Hari ini kami sekeluarga "mencontreng" ke pantai, daftar tujuan wisata yang sudah lama banget kami nantikan. Tempat favorite kita berdua saat masih pacaran dulu di Jogja. Kalo dulu sih kita seneng banget pasir putihnya pantai Sundak, yang begitu lembut dan benar benar putih.
Lain dulu lain sekarang, setelah ayah benar benar sibuk cari uang liburanpun terasa susah di jadwalkan, apalagi si kecil Putri Kay yang mesti dipikirin banget klo harus pergi jauh dengan motor.
Ini kali pertama Kay di ajak ke pantai dan kali pertama Kay naik motor dengan jarak tempuh terjauh (Purwokerto - Cilacap). Jadi perjalanan mesti santai dan yang pasti save banget buat Kay.
Perjalanan dimulaiiii .... pertama beli bekal jajan di pasar Cerme 2,5 km dari rumah, pasar ini adalah pasar buat belanja harian Enda. Setelah membeli perbekalan (nggak cukup-cukup amat) kita langsung meluncur aja ke arah Cilacap lewat Wangon, yang kalo di itung-itung berjarak sekitar 65km (menurut alat pengukur di Google Earth). Santai saja ... perjalanan memang nggak serius banget (ngebut) paling banter 60 km/jam.
Wadoh mungkin karna pelum sempet sarapan, ayah sudah kasih aba-aba kelaparan dengan bolak-balik liatin warung makan (lucu juga aba-abanya). Mungkin karna sudah nggak tahan banget akhirnya ayah berhentiin motornya di daerah Bendung Gerak Serayu desa Notog, dimana tempat itu masih hutan pinus dengan latar depan sungai Serayu dan jembatan kereta yang sangat bagus buat di poto (mungkin ini juga alasan ayah memberhentikan motornya disini). Bener juga, setelah menyantap 2 ekor lumpia dan 1 teguk minuman ayah langsung pamit buat turun sebentar ke bawah, ambil posisi dan tengak tengok kanan kiri maka dikeluarkanlah kamera andalannya (ini ayah banget), dan hasilnya ... liat sendiri di
Panoramio.com. Ayah seneng banget

dengan kegiatan ini, sampe-sampe hampir 90 persen foto koleksinya di
Panoramio.com udah bertengger di Google Earth,
www.boo.com, ja.tixik.com (zh, pt, ko, es & cs) indonesia.itravel.thruhere.net, posterpillar.net, itu aja sih. Ngomong-ngomong nih ... Kay terus aja bobok di sepanjang perjalanan, kali aja mang waktunya dia bobok. Setelah selesai dengan semua urusan perut, kamipun langsung meneruskan perjalanan ke Cilacap.
Perjalanan yang panjang ... akhirnya sampai juga di
pantai teluk Penyu Cilacap atawa orang Cilacap bilang THR (nggak tau tuh kepanjangannya). "Bu mau nyebrang ke Nusakambangan, cukup 20 ribu per orang?" baru aja duduk langsung aja ada orang nawarin buat nyebrang ke pulau Nusakambangan, "10 ribu per orang mau" iseng banget enda nawarnya ... setelah bolak balik akhirnya mau juga ... hahahaha.

Untuk pertamakalinya Kay naik perahu kecil, kay duduk sendiri pegangan kayu dan enda duduk di belakannya, setelah sampai di seberang rupanya kita harus bayar 3000 rupiah per orang buat masuk ke wilayah
Benteng peninggalan Potrugis dan pantai pasir putih. Kira kira sekitar 15 menit buat nyampe ke sana, tapi kayaknya sudah 30 menit saat kita lihat sebuah bangunan penuh semak belukar. Walaupun ayah mendapat tugas menggendong Kay tapi ngak pernah henti-hentinya ayah memotret tumbuhan hutan dan sesekali memang berhenti sambil menghela nafas. Kay cuman diam memperhatikan ayahnya dan sesekali dia seakan menanyakan "ayah tu ngapain sih!".
Berhenti sejenak di
Pelataran Benteng buat memberi kesempatan Kay buat mimo. dan nggak beberapa lama kita langsung menuju pantai pasir putih, tanpa berpikir panjang langsung mengajak Kay buat merasakan deburan ombak dan butiran pasir putih. Pada awalnya sih takut gitu, tapi pada akhirnya malah dia sendiri yang mengejar-ngejar ombaknya.

Ups, setelah lama bermain di pantai, sudah saatnya buat balik ke teluk Penyu dan Ups lagi ... ternyata pakaian Kay dititipin di deket tempat parkir motor, terpaksa deh ayah lepas baju buat Kay sampai di teluk Penyu.
Sesampainya di teluk Penyu, kita langsung mandi bilas, makan di seafood (udang asam manis dan kakap bakar) wew rasanya mantab ....
Besok lagi yah ceritanya dah capek neeh